Langkah Langkah Operasi Penderita Hidrosefalus

Langkah Langkah Operasi Penderita Hidrosefalus

Langkah Langkah Operasi Penderita Hidrosefalus – Hidrosefalus merupakan suatu penyakit yang dimana cairan otak atau cerebrospinal tersumbat atau tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Sering muntah, kejang kejang, lingkar kepala yang membesar adalah gejala yang paling umum dari penyakit hidrosefalus ini.

Pengobatan penyakit ini cukup mahal dan bahkan dapat menghabiskan puluhan juta. Pada beberapa kasus, penderita hidrosefalus tidak mampu untuk membayar perawatan untuk penanganan kondisi itu. Sehingga membiarkan kondisi tersebut bertambah parah.

Perlu Anda ketahui !

Anak yang lebih tua dan orang dewasa harus berpuasa setidaknya selama 8 jam sebelum operasi. Bayi dan balita mungkin hanya perlu berhenti makan susu formula dan makanan padat 6 jam sebelum operasi, tapi biasanya pasien bisa minum air putih sampai 4 jam sebelum prosedur terjadwal. Dalam semua kasus, petunjuk ini harus ditinjau ulang dengan tim bedah Anda.

Penanganan yang yang paling umum dari penyakit ini yaitu operasi. ada dua teknik utama yakni teknik operasi ventriculoperitoneal shunt (pemasangan alat shunt) dan endoscopic third ventriculostomy. Teknik yang paling sering digunakan dalam penanganan ini yakni ventriculoperitoneal atau mengalirkan aliran cairan otak menuju rongga peritoneum. Baca juga : Pengobatan Hidrosefalus Secara Alami

Dan di bawah ini merupakan langkah langkah operasi hidrosefalus.

Langkah Langkah Operasi Penderita Hidrosefalus

Pertama yang dilakukan adalah mencukur daerah di belakang telinga Anda dalam persiapan untuk shunting, karena di tempat itulah akan menempatkan kateter. Kateter tipis, tabung fleksibel yang digunakan untuk mengalirkan kelebihan cairan.

Seorang ahli bedah akan membuat sayatan kecil di belakang telinga dan juga akan mengebor lubang kecil di tengkorak. dokter kemudian akan memasang satu kateter ke otak melalui lubang tersebut. Kateter lainnya berada di belakang telinga dan bersifat subkutan, yang berarti berada di bawah kulit.

Tabung ini bergerak ke dada dan perut, sehingga memungkinkan kelebihan cerebrospinal mengalir ke rongga perut, di mana tubuh yang akan menyerapnya.

Dokter bedah akan memasang pompa kecil di kedua kateter dan meletakkannya di bawah kulit di belakang telinga. Pompa secara otomatis akan aktif untuk menghilangkan cairan saat tekanan di tengkorak meningkat. Bahkan mungkin untuk memprogram pompa, yang disebut katup, untuk mengaktifkan bila cairan naik ke volume tertentu.

Pemulihan dari penempatan alat ini memakan waktu tiga sampai empat hari. Kebanyakan orang bisa meninggalkan rumah sakit dalam waktu tujuh hari setelah prosedur. Selama dirawat di rumah sakit, staf rumah sakit akan memantau detak jantung dan tekanan darah sesering mungkin dan dokter akan memberikan antibiotik pencegahan. Dokter akan memastikan alat shunt bekerja dengan benar sebelum Anda pergi.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Obat Hidrosefalus Tanpa operasi

Langkah Langkah Operasi Penderita Hidrosefalus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *